Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Soe Hok Gie
Jakarta 19-7-1966



pangrango yg eksotis..
*hanya kenal dr soe hok gie, blm pnh kesana
*sgt suka puisi ini
nice blog.. trimakasih kunjungannya;
wah.. petualang&penulis tyata
izin link yahh…
Oleh: titintitan on April 8, 2010
at 11:50 pm
aku tidak suka di sungainya karena di gigit lintah…lucu engga sih?
Oleh: aswan on Mei 7, 2010
at 12:26 pm
ANAK SAYA KEMPING DI MANDALAWANGI….SEJUK ENAK DAN YG LAIN KATANYA ANAK SAYA DI GIGIT LINTAH AME BEDARAH…KEMPING DARI SDIT AL-FATAH
Oleh: aswan on Mei 7, 2010
at 12:30 pm
udh lama lho cari puisi mih
thanks,senag banget bis dpt
Oleh: nurmuliayanti muis on Mei 9, 2010
at 6:57 am
puisinya inDah bwNgett,,,,
jujur Qu suka deh…. gian nama kampung Qu jg mandaLawangi LOch…!!!!
He..He…
klo ada yang tau mang’e apa cWi arti Mandalawangi itu,,..????
Oleh: wie handayani tha on Agustus 29, 2010
at 9:50 am