“Sesuatu yang tidak sampai membunuhmu kan membuatmu menjadi lebih kuat”
Kawan…, setiap kaki ini tertuntun hati dan pikiran tuk melangkah menuju puncak sebuah pasak bumi nan gagah, diri ini slalu mencari tema filosofis apa yang kan menemaniku sepanjang langkahku menuju puncak gunung itu hingga tiba lagi di rumah.
Kawan…, kemudiah apakah tema filosofis yang ku bersamakan ketika tanggal 1 mei 2011 kmaren kaki ini melangkah, mendaki, berlari, melompat, meloncat melewati lembah dan bukit, melewati hamparan savanna nan mempesona, menyeberangi lautan edelweis nan suci menuju puncak kentheng songo, puncak tertinggindari Sang Merbabu?
Langit gelap, pekat tertutup awan hitam nan ghothic, sang kilat menyambar memuntahkan energy listrik alamnya nan dahsyat, langit tak hanya menangis tapi juga memuntahkan air keberkahannya teruntuk bumi nan setia, kabut putih melambai sepanjang perjalanan menyapu pandangan kami , menyelimuti pandangan kami hingga memperpendek jarak pandang sorot mata ini, dan dinginnya hawa alam mayapada yang berkendara sang Bhayu nan gesit membelai , mencubit, bahkan menusuk diri ini…….
Dan kabar baiknya wahai Kawan…., perjalanan,petualangan, dan pendakianku kali ini teranugerahi oleh situasi seperti itu….dahsyat !!!!
Cukub berat, menantang , berbahaya, tidak nyaman, penuh cobaan!!!! Itulah kesan pertama dalam petualanganku kali ini kawan……..
Tapi kawan…, bukankan alam tlah mengajarjan banyak hal pada kita? Bahwa kita harus selalu berfikir positif dan mampu untuk mengkonversi setiap hambatan dan halangan menjadi sebuah tantangan nan mengasyikkan, menjadi sebuah pil pahit untuk kesehatan dan kekuatan jiwa kita, menjadi sebuah barbell yang kan menguatkan otot-otot jiwa dan raga kita,menjadi sebuah pukulan yang kan menjadikan kita tiada terlena dan tetap waspada, menjadi sbuah wahana yang kan membesarkan syukur kita pada-Nya……….dan satu lagi kawan….menjadikan kita tuk slalu dekat dan ingat akan diri-Nya beserta panggilan-Nya…..
Duhai kawan…, ungkapan nan sederhana namun berani dari seorang filusuf Jerman, Nietzche, menjadi tema filosofisku kali ini yang menemaniku setiap tapak menuju puncak dengan penuh senyum keceriaan:
“Sesuatu yang tidak sampai membunuhmu kan membuatmu menjadi lebih kuat”
Kawan…, dan inilah rekam visual dari perjalananku “on may day” meikhlaskan diri ini tuk jadi buruh-Nya bahkan tuk membelai langkah demi langkah di sepanjang jalur pendakian Merbabu dari BaseCamp Selo hingga Puncak Kentheng Songo demi mengkhatamkan dan menghayati ayat-ayat kauniah alam-Nya nan Mempesona…………
Dan inilah lanjutan dari petualangan itu kawan….

Mengintip "Negeri di atas awan" di antara 2 Bukit anak merbabu, Negeri di atas awan tempat bersemayamnya roh-roh sang pengelana suci penebar benih nirwana di dunia mayapada.....

Gunung Merapi nan gagah berpayung awan berarak bersanding akrab dengan savana Merbabu nan cantik....

"Save Gaza" berlatar Gunung Merapi nan gagah berpayung awan berarak bersanding akrab dengan savana Merbabu nan cantik

Semburat Sang Surya mengintip damainya pagi nan sunyi di lereng Merbabu nan terjamah pemuda-pemuda petualang nan cinta negeri....

Puncak 2 bersaudara Sindoro Sumbing, nun jauh disana nan terhubung oleh awan putih berarak dengan titik trianggulasi tertinggi dari Merbabu ...

Hallo Mister..., ini agus agus!!! tolong Mister Oba*a jangan ngebantui yahu*i ngebunuhin anak2 tak berdosa di Gaza ya......

Gagahnya Sindoro-sumbing berbalut biru nya langit nan terteburi sucinya awan berhias karpet hijau savana nan terhampar di wajah bukit anak merbabu....

Kiranya...., inilah Pulau kapuk yang sesungguhnya teruntuk para penghuni nirwana penebar cinta di dunia mayapada...









wah bagu sekali pemandangannya
Oleh: hmcahyo on Mei 11, 2011
at 3:59 am
bagus.. di mana itu kang?
Oleh: saidiblogger on Mei 15, 2011
at 11:18 am
di gunung Merbabu, sampingnya gunung merapi bro….
Oleh: Fathy Farhat khan on Mei 23, 2011
at 4:48 am
kata seseorang (kalo ga salah di novel 5cm) “negara yang para pemudanya mencintai/dekat dengan alam, akan menjadi negara yang maju”. Wallahu a’lam.
Oleh: dinoyudha on Mei 21, 2011
at 3:52 pm
betul juga tuh……, sependapat dengan kata so hoek gie….
Oleh: Fathy Farhat khan on Mei 23, 2011
at 1:05 am
Salam, boleh tau info menuju ke sana?
Transportasi, perijinan, ongkos, dan apa saja yang harus dipersiapkan?
Terima kasih.
Oleh: Nina on Juli 21, 2011
at 4:42 am
salam juga buat sista….persiapan sbuah pendakian gak ribet amat kok…transportasi seperti biasa, kalo dari jogja perjalanan 2 jam sampai pos selo boyolali, ijin cuman pas datang langsung aja ndaftar di posko dan bayar biaya admisnistrasi 3000 perak, trus ongkos ya sekedar untuk konsumsi dan transportasi aja yang sesuai selera kita….thanks udah silaturahim ke gubug intelektual maya kua sista…..keep on moving!!!
Oleh: Fathy Farhat khan on Juli 21, 2011
at 5:47 am
salam ukhuwah sahabat, terimakasih telah berbagi ilmu dan wawasannya, saya jadi terigat masa-masa dahulu yang sering juga mendaki gunung untuk melihat kebesaran Allah, dan banyak hikmah yang saya dapatkan.
Oleh: Dakwah Syariah on November 20, 2011
at 9:17 am
wh pgin ikutan tuh foto bareng dikebun edelweiss he,
Oleh: edelweiss jayamanyka on November 27, 2011
at 4:09 am