Kemana kau wahai sahabatku…?
“Hey…!mau kemana kau? Jangan lari! Jangan sembunyi! Jangan pergi! Aku kan tetap mencarimu! Ya …, aku akan tetap mencarimu…,mengejarmu…, walau sampai lubang semut! Sekali lagi…, aku akan tetap mencarimu…setelah kehangatan ukhuwah yang dengan tulus tlah kau berikan padaku sehangat mentari pagi, sesejuk embun pagi …., setelah beratus-ratus SKS mata kuliah kedewasaan, mata kuliah kebijaksanaan, mata kuliah kemandirian, mata kuliah kesabaran dan masih banyak mata kuliah kehidupan yang lain tlah kau ajarkan padaku di universitas ’membangun peradaban’…., ku kan tetap mencarimu,… ya…, ku kan tetap mencarimu…, hanya sekadar silaturahim sederhana…, hanya sekedar tuk mengucap ’kaifa imanuka ukhty?’…, hanya sekedar memastikan bahwa aku akan tetap mendengar jawaban ’Ya!’ dengan mantab darimu ketika ku bertanya kepadamu ’masihkah kau masih bergabung dengan kafilah syuhada itu saudariku?’……..”
(‘tuk sahabatku yang dulu berjuang bersama di korfak mipa ugm, yang skarang ku tak tahu di belahan bumi mana dikau berjoeang….)
(Bumi Jihad Jogja, 28 Februari 2007)


