Oleh: Fathy Farhat khan | Agustus 26, 2008

Hanya Sebutir Pasir (sekedar penyambut Ramadhan yang agung)

Hanya Sebutir Pasir (sekedar penyambut Ramadhan yang agung)

Para wartawan pernah dibuat terheran-heran oleh Sir Edmun Hillary ketika mereka coba menyelidiki sesuatu yang paling ditakuti oleh penakluk pertama Mount Everest itu. Dalam sebuah wawancara, hillary mengatakan bahwa ia tidak pernah takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!

“Lalu apa yang anda takuti?” buru seorang wartawan “sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki” jawab Hillary singkat. “why?” “Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka.

Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi lalu membusuk. Tanpa sadar kaki pun tidak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.” lanjut sang penjelajah mengobati rasa penasaran para wartawan.

Hillary tidak pernah takut pada harimau atau binatang buas lainnya karena secara naluriah binatang buas sebenarnya takut menghadapi manusia. Sedang untuk menghadapi jurang terjal, gunung es, atau padang pasir, seorang penjelajah pasti sudah punya persiapan yang memadai. Tetapi jika menghadapai sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Bahkan cenderung mengabaikannya.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh hillary tentang para penjelajah itu tidak jauh berbeda dengan kita yang sering mengabaikan dosa kecil. Coba saja kita renungkan, berdusta, berburuk sangka, ghibah atau perbuatan tercela lainnya sering kali kita anggap sepele hingga tanpa sadar kita menjadi “˜keterusan” melakukan dosa-dosa kecil itu yang lambat laun akhirnya penjadi kebiasaan. Dosa kecil itupun akan menjadi dosa besar yang pada akhirnya akan merugikan diri pribadi dan lingkungan.

Oleh karena itulah, Nabi Muhammad SAW sangat mewanti-wanti kita untuk tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya melarang kita melupakan amal kebaikan walaupun itu juga kecil. Sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan taubat nasuha.

(thanks to SUMBER)

Iklan

Responses

  1. As alullahal ‘adziem,
    Rabbul ‘arsyil ‘adziem,
    ighfir lanaa Ya Allah. Amin

    Mas Anaaaaaank….
    kuteringat kembali, berjalan
    bersama IbnuSabil di pogung rejo.
    Indah sekali!

  2. @mas sigit:
    Syukron tuk silaturahimnya….
    perjalanan kita di Ibnu Sabil adalah sejarah….
    kebersamaan kita sekarang adalah hadiah dari Tuhan……
    dan pertemuan kita kelak di nirwana-NYa adalah mimpi…..
    mimpi yang kan terwujud…..
    amiiin….

  3. THE NEXT EXPEDITION LATIMOJONG MOUNT

    gunung latimojong salah satu dari 7 puncak tertinggi di indonesia atau seven summit versi indonesia. gunung ini berdiri di pulau selatan sulawesi seperti biasa expedisi ini tidak lebih dari 3 orang. insya Allah tahun depan kita akan melakukan penakhlukan persahabatan.

    —doakan–


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: