Oleh: Fathy Farhat khan | Desember 8, 2008

Berbisnis Dengan Syari’ah

Berbisnis Dengan Syari’ah

lihan1

JIKA ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.

Itulah semboyan jitu pengusaha muslim asal Banjarbaru, Ustad Lihan. Sosoknya sebagai pekerja keras tetapi sederhana dan hidup apa adanya memang menjadikannya sosok yang patut jadi inpirasi pebisnis Islami.

.“Tegar!” tegasnya seraya mengatakan, “orang bisnis harus tegar dan mempunyai etos kerja, semangat kerjanya harus tinggi, di samping itu kite harus menjalaninya dengan Lillahi Ta’ala” ujarnya saat BPost bersilaturahmi ke rumah sekaligus kantornya di kawaan Cindai Alus Rt 2 Martapura.Berawal dari hanya sebagai ustad di Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru dan perantara jual beli sepeda motor 1998 lalu, Ustad Lihan kini mempunyai beberapa usaha yang tergabung dalam PT Tri Abadi Mandiri yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Sebut saja perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata yang mengantarkannya menjadi ‘miliarder’ baru.

Bisnis trading atau perdagangan intan Ustad Lihan memang maju pesat. Ia telah menuai manis dari kerja kerasnya. Sekarang orang-orang berdecak kagum padanya.

“Dulu saya sangat getir menghadapi hidup, saya berusaha keluar dari ketidakmampuan, karena bagi saya orang Islam harus berharta. Saya tidak harus sedih, saya mesti kerja keras!”, tegas lelaki kelahiran Lianganggang, 9 Juli 1974 ini mengenang masa silamnya.

Kalender menunjukkan 1998. Di tahun ini seorang Lihan mengawali jejak usahanya sebagai perantara pedagang sepeda motor di Banjarmasin sambil menjadi Ustad di Ponpes Darul Hijrah.

“Tetapi ini cuma berlangsung setahun karena permintaan menurun. Karena itu saya lalu beralih ke profesi lain yakni berdagangan intan kecil-kecilan dengan memakai modal orang lain,” papar alumnus Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru ini.

Sejak itulah, Lihan mulai mengenal perdangan intan yang juga hasil Banua ini. Walaupun fee-nya sedikit, tetapi membuatnya makin semangat.

“Sayang, saat itu bos yang juga pemegang keuangannya melakukan penggelapan uang. Jadinya, mulai 2001 lalu mulai jualan sendiri dengan modal kecil,” jelasnya lagi.

Ustad Lihan tidak cepat merasa puas dalam berbisnis. Dengan bekal kerja kerasnya, ia kembangkan bisnisnya dengan nama PT Tri Abadi Mandiri di 2004 bidang lain seperti franchise makanan di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Kemudian mendirikan cabang PT di beberapa daerah seperti Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Lampung.

Bisnis adalah hobi yang menyenangkan Ustad Lihan. Terlebih ketika perusahan itu miliknya sendiri, sehingga ia merasa sangat nikmat menjalaninya.

Ia mengaku bahagia dapat membuka lapangan kerja. “Semua saya jalani karena mencari ridho Allah SWT”, kata ayah dari Nur Raudhi Jahria dan Aini Mayan Fa’Ani.

“Kita tak bisa bilang jadi pebisnis terbik. Kita cuma ingin ikuti syari’at-Nya saja. Kalau dapat untung besar, bersyukur, ya Allah nikmat-Mu sangat besar padaku, kemudian kita bagi kepada yang layak menerimanya. Bertambah besar sedekah kita, Insya Allah banyak pahalanya” jelasnya.

Baginya, bekerja harus Lillahi Ta’ala. Berbisnis tidak semata-mata untuk keuntungan, melainkan juga untuk ibadah. Sebagai sosok pengusaha muslim, ia menegaskan pentingnya dekat dengan Allah SWT.

Ia berusaha menjalankan ibadah dengan tertib kemudian berbakti kepada orangtua, keluarga maupun saudara-saudara, hubungan dengan teman-teman, setelah itu baru berbisnis. “Jadi, bisnis mempunyai kekuatan di hamblum minannas supaya berkah”, katanya

Thanks to:Ust. Lihan


Iklan

Responses

  1. aku dah banyak postingan lho..baca ya…

  2. Copy paste dari Banjarmasin Post
    Senin, 14 Desember 2009 | 07:56 WITA

    Lihan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

    MARTAPURA, SENIN – Senin (14/12) ini, para investor Lihan merapatkan barisan. Mereka menggelar pertemuan di GOR Putri Malu, Cindaialus, Martapura, Banjar.

    Untuk mengantipasi terjadinya ‘penyusupan’, panitia mewajibkan peserta menunjukkan salinan surat perjanjian dan KTP (kartu tanda penduduk). “Penggagasnya antara 50 hingga 60 orang, spontanitas saja. Pertemuan akan menyosialisasikan pembentukan Forum Komunikasi Investor Lihan,” kata salah seorang penggagas, Yusnizal kepada BPost, Minggu (13/12).

    Mengenai agenda pertemuan, dia mengatakan untuk menampung aspirasi sekaligus menyatukan sikap menghadapi permasalahan yang membelit Lihan.

    Soal permohonan penangguhan penahanan? “Sementara belum ke arah situ. Semua tergantung hasil pertemuan untuk mencapai kesepakatan terbaik bagi semua,” ujarnya.

    Pertemuan direncanakan dimulai pukul 10.00 Wita. “Kami harapkan yang hadir tidak melakukan hal-hal yang mergikan. Pertemuan tujuannya menampung aspirasi, sehingga hendaknya datang dengan niat baik pula,” kata Yusnizal.

    Kapolsek Martapura Kota, AKP M Yusuf ketika dihubungi mengatakan akan mengamankan pertemuan dan aset yang dimiliki Lihan. “Silakan bertemu, asalkan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Perintah pimpinan, jika terjadi keributan, harus dibubarkan,” tegasnya.

    Bersamaan dengan pertemuan itu, Lihan direncanakan menjalani pemeriksaan kejiwaan. “Kita akan periksa kejiwaan Lihan. Psikologisnya kita periksa. Keterangannya sering berubah,” kata Kanit III Sat II Eksus HAKI Polda Kalsel, Kompol Erry S.

    Menyinggung adanya permohonan penangguhan, Erry S mengaku ada yang telah mengajukan. “Itu hak mereka, tetapi pemeriksaan masih terus berlangsung,” tegasnya.
    (dwi/gg)

  3. Copy Paste dar Banjarmasin Post
    Senin, 14 Desember 2009 | 08:09 WITA

    ” Tak Ada yang Berani Jamin Lihan ”

    BANJARMASIN, SENIN – Pengajuan penangguhan Lihan yang disampaikan pihak Lihan, melalui penasihat hukumnya beberapa waktu lalu, belum direspon pihak penyidik.

    Sumber Metro Banjar menuturkan, dalam pengajuan penangguhan penahanan itu tak ada yang mau menjadi penjamin Lihan. Malah penasihat hukum Lihan tak berani menjadi penjamin.

    Menurut sumber lagi, belum diresponnya penangguhan penahanan terhadap Lihan ini karena pihak penyidik masih berupaya keras merampungkan berkas Lihan.

    “Pemeriksaan terhadap Lihan ini belum selesai, sehingga pihak penyidik masih perlu memintai keterangan Lihan secara lebih detil,” ujarnya.

    Ketika penangguhan penahanan itu ditanyakan kepada Kanit III Sat II Eksus Haki Kompol Erry S, dia mengatakan itu hak yang bersangkutan.(bpg)

  4. Copy paste Banjarmasin post online
    Rabu, 16 Desember 2009 | 05:54 WITA

    Lihan Tak Hadiri Pemakaman Ibu

    BANJARMASIN, RABU – Rencana tes kejiwaan terhadap Lihan pada Selasa (15/12) kembali gagal. Ini karena ada kabar mengejutkan dari luar tahanan.

    Lihan kembali mendapatkan cobaan berat. Ibunya, Hajjah Siti Aisyah, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Lianganggang RT 3 Kecamatan Batibati Kabupaten Tanahlaut, Selasa pagi. Siti diperkirakan meninggal karena sakit dan stres memikirkan Lihan.

    Penasihat hukum Lihan, Masdari Tasmin, mengatakan kliennya mendapat kabar duka dari penyidik Polda Kalsel. “Sekitar pukul 09.00 Wita, dari keluarganya,” terang Kanit II Haki Kompol Erry S.

    Penyidik pun mengeluarkan Lihan dari sel tahanan ditreskrim. Dengan mengenakan kaos kerah motif garis-garis, Lihan dibawa ke ruang penyidik di lantai II di mana dia biasa menjalani pemeriksaan. Selanjutnya pria kelahiran 1974 tersebut diberitahu ibunya meninggal dunia.

    “Lihan langsung menangis. Dia syok dan menangis terus,” beber Masdari yang mendampingi kliennya saat itu.

    Setelah kondisinya agak membaik, Lihan kemudian dibawa ke tempat jenazah ibunya disemayamkan. Rombongan tiba sekitar pukul 11.00 Wita.

    Waktu melihat jenazah ibunya, Lihan langsung syok. Dia langsung memeluk tubuh almarhumah. “Dia kembali menangis dan akhirnya pingsan di depan jenazah,” terang Masdari.

    Beberapa anggota keluarga dan penyidik menjemput seorang ahli medis yang ada di sekitar rumah. Oleh ahli medis, penyidik disarankan membawa Lihan ke rumah sakit. “Kita bawa ke RS TNI Angkatan Udara Syamsuddin Noor, Banjarbaru. Lihan sempat diberi oksigen oleh petugas rumah sakit,” terang Masdari.

    Setelah mendapat perawatan sekitar satu jam, sekitar pukul 13.30 Wita, Lihan dirujuk ke RSU Bhanyangkari, Jalan A Yani Kilometer (Km) 4, Banjarmasin, dengan menggunakan mobil ambulans.

    Hingga pukul 17.00 Wita, Lihan terbaring di ranjang rumah sakit. Dia tidak dapat menghadiri pemakaman ibu tercinta.
    Matanya terpejam dan tangannya diinfus. Sang istri, Jamratul Adawiyah, terus mendampingi.

    “Saya sendiri belum berani berkomunikasi dengan Lihan,” ujar Masdari.
    (bpg)

  5. Copy paste dari Banjarmasin Post On Line
    Kamis, 17 Desember 2009 | 07:09 WITA

    “Polisi Sita Saham Lihan”

    BANJARMASIN, KAMIS – Jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Kalsel terus bergerak mengamankan aset yang diduga milik Lihan, pengelola investasi asal Cindaialus, Martapura, Kabupaten Banjar.

    Sedang pemeriksaan dihentikan sementara karena tersangka pengumpulan dana masyarakat tersebut sakit. Lihan pingsan saat memeluk tubuh ibunya, Hajah Siti Aisyah, yang meninggal Selasa (15/12) pagi.

    “Kami telah menyita 12 saham Lihan di beberapa perusahan,” kata Wakil Direktur Reskrim AKBP Kliment Dwi Kurjanto, Rabu (16/12), seraya meminta BPost mengonfirmasi rinciannya kepada penyidik.

    Kanit II Haki Sat II Ekonomi Khusus Kompol Erry S memaparkan perusahaan tersebut adalah PT Lihan Jaya Semesta, PT Lihan Jaya Sarana, CV Mawar, CV Runaway Berkah Utama, CV Lihan Smart Prima, PT Alhamdulillan, PT Handruf Telematika, PT Ira Visual Multimedia, PT Lima Maha Karya, CV Lihan Jaya Kubersama, PT Tri Abadi Mandiri dan PT Ajal. Namun untuk saham di PT Ajal belum dapat dipastikan kepemilikannya.

    “Kami meminta agar saham Lihan di perusahaan tersebut dikeluarkan kemudian dananya dimasukkan ke rekening Lihan dan selanjutnya disita. Ini agar perusahaan tersebut tidak mendapat masalah,” beber Erry.

    Proses tersebut harus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. Itu sesuai Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan.

    Disinggung mengenai nilai saham di setiap perusahaan, menurut Erry, relatif kecil yakni sekitar Rp 200 juta.

    Dana terbesar yang ditanamkan Lihan cuma ada di maskapai penerbangan Merpati yakni Rp 15 miliar. Dengan Merpati, Lihan hanya melakukan kerja sama operasional (KSO). “Di sini Lihan mendapatkan bagi hasil Rp 350 juta per bulan,” tambah Erry.

    Padahal berdasarkan temuan penyidik, Lihan berhasil mengumpulkan seditinya Rp 817 miliar dari 3.475 pemilik modal.

    Kuasa hukum Lihan, Masdari Tasmin, mengatakan tidak mempermasalahkan penyitaan saham Lihan. “Asalnya sesuai KUHP seperti ada berita acara penyitaannya. Namun sampai saat ini kita tak menerima surat pemberitahuan penyitaan,” beber Masdari. (bpg)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: