Oleh: Fathy Farhat khan | Juli 15, 2009

“AKU MEMANG ORANG GILA”

Dunia ini hanyalah sekumpulan orang-orang gila dengan kelompok, jenis, jurusan dan fakultas kegilaan masing-masing (fathy farhat khan)

Begini critanya kawan…, malam rabu kemaren pas gue nongkrong di forum rutin pekanan gue, ketika dibacakan oleh my boss tentang taklimat dari struktur yang isinya tentang akan diadakannya pendakian masal ke gunung merbabu untuk kader dan simpatisan sebuah partai dakwah (hehehe, gak usah gue sebutin namanya ya, paling juga udah pada tau kan?) ada satu temen gue bilang : “wah, orang yang naik gunung itu orang gila!!!ngapain dia capek-capek, kedinginan naik gunung, tapi setelah sampai atas dia turun lagi!” Begitulah komentar sohib gue anggota nongkrong malem reboan nan asoy itu…Saat itu gue diem aja en berfikir tentang ucapan sohib gue tercinta tersebut. Sohib gue ngelanjutin critanya:”Tapi ane pernah naik gunung sekali lho, saat itu ane sama temen kuliah ane naik Gunung Sumbing, nah saat sampai di puncak dalam kondisi cuapek dan dingin abiz, ane sampe ga mau turun, pokoknya gak mau turun!!tapi ama temen ane yang pengalaman ane dipaksa, dan tangan ane ditarik untuk turun dan akhirnya ane sampai bawah juga!! Sejak itu ane udah gak mau lagi naik gunung!kurang gaweyan!!” Kemudian gue berfikir tentang statement sohib gue tersebut. Emang betul sohib gue tersebut, tapi menurut gue masih perlu di terusin tuh statement, ya…“Dunia ini hanyalah sekumpulan orang-orang gila dengan kelompok, jenis, jurusan dan fakultas kegilaan masing-masing” yaaa, sebagian orang mungkin akan melihat orang lain gila apabila melakukan hal-hal yang mungkin berbeda cara pandang dengan dirinya tentang ghayah / tujuan sebuah aktivitas, tentang meaning dari sebuah aktifitas, tentang metodologi/ uslub untuk mencapai tujuan tersebut. Mungkin orang menganggap naik gunung adalah sebuah kegilaan jika ia memandang bahwa naik gunung hanyalah aktifitas naik, capek, dingin, ngabisin uang, trus sampek puncak trus turun lagi, trus badan capek semua trus udah gitu doang! Tetapi buat beberapa pemuda luar biasa tidak demikian, pemuda luar biasa itu kan bisa menjadikan atau memandang bahwa naik gunung adalah bahagian dari realisasi dari sebuah jihad tertinggi!! ya…, sekelompok pemuda unik itu melihat bahwa naik gunung adalah komitmen dia untuk merealisasikan sebuah ghoyah/ tujuan hidupnya yaitu al jihad sabiluna, “jihad adalah jalan kami”. Para pemuda kaum ghuroba/ minoritas itu melihat bahwa naik gunung adalah serpihan tujuan mulianya tersebut, yaitu persiapan dan melatih diri untuk melaksanakan jihad di jalan suci, sebahagian dari tyarbiyah jasadiyah/ pendidikan fisik untuk melatih fisiknya agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan menghalangi niatnya untuk menuju tujuan tertyingginya: Almautu fisabilillah asma amanina/ Mati di jalan Allah adalah cita kami tertinggi. Sebagaimana orang akan melihat aktivitas sekelompok orang di partai dakwah tertentu yang semaleman mau pasang bendera dan rontek tanpa mendapat bayaran sepeserpun kecuali dengan bayaran “jazakallah bro” adalah sebuah kegilaan juga! Jadi halambok yo -o marilah kita bersama-sama saling menghormati antar orang gila dan emang sesama orang gila dilarang saling mendahului kan…hehehe, piss meeen!!!

Iklan

Responses

  1. Salam kenal juga… keep on spirit too!

    Wassalam.

  2. betul betul betul


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: