Oleh: Fathy Farhat khan | April 11, 2010

Diantara Tiga Kedekatan

“Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan  menjadikan  gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

(QS: Ibrohim:33)

Sobat…., ada 3 kedekatan yang kurasakan ketika kaki ini menginjak sebuah puncak tertinggi dari salah satu mahakarya-Nya yang berupa Gunung….

Secara Logika diri ini sangat dekat dengan kematian…., batas antara kehidupan dan kematian terasa begitu tipis ketika kita berada di sebuah tempat seperti itu…., dalamnya jurang siap menyambut nyawa kita ketika kita lengah dan terperosok! Dinginnya suhu bisa mengakibatkan penyakit hipotermia yang mematikan, kram kaki bisa mengakibatkan kita tidak bisa turun ke tempat asal, kram perut pun bisa membuat kita tidak bisa memasukkan asupan energy ke dalam tubuh kita! Belum lagi jikalau sang Pencipta Gunung mengirimkan tentaranya yang berupa, hujan deras, sambaran petir,  kabut dingin yang menusuk tulang dan menghalangi pandangan, hembusan gas sulfatara yang beracun, guguran batu dari ketinggian, longsoran pasir dari daratan yang kita pijak, ataupun sekedar gigitan beracun dari tentara faunanya….Hanya karena cinta, rahmat, dan kasih sayang-Nya saja kita di ijinkan untuk bisa menginjakkan kaki di tempat tertinggi ini….Maka ketika kau sampai di titik trianggulasi tertinggi dari sebuah Gunung, janganlah setitik kesombonganmu kau ungkapkan dengan mengatakan kau telah menaklukkan Gunung, telah menaklukkan alam, karena alam tidak akan bisa kita taklukkan, akan tetapi Sang Penguasa Jagad Raya-lah yang dengan rahman dan Rahim-Nya telah menaklukkannya untuk kita…..

Secara Ruhani diri ini merasa dekat dengan Sang Pencipta……, ketika kematian begitu dekat maka kita kan mengingat kematian itu sendiri, kita kan mengingat persiapan dan bekal apa sajakah yang sudah kita persiapkan. Ketika hamparan panorama ciptaan-Nya dengan begitu nyata terhampar di depan mata kita maka kita akan semakin merasakan akan keberadaan-NYA, dan itu semua kan membuat ruhani kita semakin dekat dengan-NYA.

Secara fisik diri ini merasa dekat dengan Sang Pencipta……, ketika lutut kita lebih tinggi dari puncak tertinggi dari sebuah gunung, maka secara fisik kita sangatlah dekat dengan Sang Penguasa Gunung tersebut! Bukankan dalam sebuah hadits sahih telah disebutkan bahwa Rasulullah telah membenarkan pernyataan seorang perempun yang menjawab : “di Langit!” ketika di Tanya dimanakah Allah Berada? Dan di tempat itulah umbun-umbun kita dekat dengan langit itu…….

Maka ketika kau  berhasil menginjakkan telapak kakimu di titik trianggulasi tertinggi di salah satu pasak bumi itu…, bersyukurlah kawan, bertaubatlah kawan, tersenyumlah kawan, dan azzamkan tekad terbaikmu ketika kau nantinya sudah tiba di bawah sana….Subhanallah…..

Itulah sedikit perenunganku, ketika tanggal 9 -10 april 2010 kmaren aku mendapatkan kesempatan untuk silaturahim dan sharing bareng dengan kawan2 UKMI Darunajah STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional). Tapi kali ini tempatnya bukan di kampus, atau di mushalla kampus, atau di gedung pertemuan seperti biasa, kali ini tempatnya sangat unik dan special, yaitu : di puncak tertinggi Gunung Merapi!!!

Kawan…., dan inilah sedikit lukisan alam yang berhasil secara visual terekam oleh kamera sie dokumentasi ….. let’s cekidot…!!!

Spesial buat rekan2 UKMI Darunnajah STPN: Dhika, Eko, Nita, Faisal, Wais, Izal, Bowo, Ridho, Peypey, Upin. Thanks alot tuk ukhuwah dan pembelajarannya selama 2 hari kmaren, mohon maaf  jika selama acara kemaren ada salah kata dan tindakan. Sampai ketemu di “puncak-puncak” kesuksesan yang lain, tetep semangat, keep on moving, en chayooo….!!! 🙂

Di puncak bersama sang merah putih

Hormat kepada Sang pemilik puncak Merapi...

Menunjuk puncak selanjutnya...

Perayaan setelah sampai puncak: makan apel bersama!

sarapan pagi di basecamp watu bubrah

Terbang di tepi kawah...

di saat pemaknaan itu....

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan
sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan
berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(QS:Ibrahim:33)
Iklan

Responses

  1. barokalloh dah dapat menginjakan kaki di merapi…..

  2. Alhamdulillah…
    ternyata Anda juga hobi berpetualang ya?? khususnya mendaki gunung…. siapa tau suatu saat kita bisa bertemu di puncak….
    tetap semangat…
    >>>> Thanks atas kunjungannnya ke gubug intelektualku sobat….yups, kapan2 kita kan bertemu di puncak, entah puncak gunung ataupun di puncak kesuksesan…..tetep semangat juga…..:-)

  3. subhanalloh…semoga suatu hari nanti aku bisa merasakan nikmatnya merasa dekat denganNYA ketika berada di tempat tertinggi seperti itu..aminn… karena pada hakikatnya alam membuat manusia semakin dekat dengan penciptanya…

  4. Nice View bro… 🙂

  5. Sekarang merapi dah erupsi kawan

  6. Subhanallah.. itu merapi sebelum seperti saat ini ya..

  7. what a story! keep sharing! ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: