Oleh: Fathy Farhat khan | November 11, 2009

Mengintip Ayat Tuhan Di Perut Bumi

Banyak  misteri yang bersanding dengan keindahan yang menakjubkan di dalam perut bumi kita ini…..

Sahabat skalian….., kali ini saya postingkan pengalaman saya di pertengahan oktober 2009 kmaren, yaitu perjalanan sederhana saya sekedar untuk mengintip beberapa Ayat Kauniah-NYA di dalam perut bumi ini….

Yups…, dengan 2 sahabat saya…, saya mencoba ber-muroja’ah akan sisi lain dari bumi kita ini yang mungkin masih penuh misteri, yaitu Goa vertikal atau sering disebut “Luweng” yang berada di daerah Karst/ Kapur di Kecamatan Semanu, Gunung Kidul.

Luweng adalah salah satu penampakan geografis daerah karst (kapur). Luweng berbentuk seperti sumur yang besar dan dalam biasanya berhubungan dengan sistem gua (sungai) bawah tanah. Pada kawasan karst di daerah Gunungkidul banyak terdapat sistem-sistem gua bawah tanah dengan luwengnya yang sering disebut dengan gua vertikal (karena pintu masuknya vertikal).

Penyusuran gua vertikal adalah sebuah petualangan yang menyajikan sensasi tersendiri. Untuk dapat masuk ke dalam gua kita harus menguasai teknik SRT (single rope tehnique) atau teknik melintasi tali tunggal. SRT adalah sebuah tehnik yang berbahaya dan beresiko tinggi. Untuk itu safety procedure harus benar-benar ditekankan karena nyawa taruhannya. Tali yang digunakan untuk SRT adalah tali kernmantel statis dengan autostop sebagai descendernya. Untuk naik (ascending) menggunakan jummar sebagai stir up nya.

Luweng jomblang terletak di daerah Semanu  Gunungkidul dan termasuk dalam sistem kalisuci. Luweng ini memiliki jalur SRT setinggi kurang lebih 45 meter. Penyusuran gua memberikan pengalaman yang berbeda dengan petualangan lainnya. Di dalam gua kita akan melihat sebuah kenampakan yang luarbiasa yang tidak ada di dunia luar. Pada luweng jomblang terhubung dengan luweng grubung oleh sebuah gua yang sangat besar. Di bawah luweng grubug (sering disebut aula) pada pukul 12 siang sinar matahari yang masuk dalam luweng setinggi kurang lebih 85 meter ini akan menimbulkan sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Sinar matahari masuk membuat garis-garis tegak lurus yang sangat kontras dengan kegelapan gua. Selain iru kita juga dapat mandi di sungai bawah tanah dan mengamati ornamen-ornamen gua.

Nah sahabat skalian…., mari kita intip sejumput surga yang tlah Sang khaliq teteskan di dunia mayapada ini…….

muka goa

"Muka Goa on High Anggle"

Inilah Muka Goa vertikal/ luweng  yang menyerupai sebuah sumur raksasa dengan diameter sekitar 50-an meter dan di tumbuhi berbagai semak dan pepohonan, bagi yang takut ketinggian dimohon untuk tidak deket-deket… :-)

2. ekosistem di muka goa

"Ekosistem Hutan di Dalam Goa"

Keunikan Goa ini salah satunya adalah terdapatnya ekosistem Hutan yang cukup besar dan lebat yang terdapat di dalam dasar goa vertikal

3. pintu masuk goa

"Pintu Masuk Goa Horizontal"

Setelah turun secara vertikal sedalam kira-kira 100 meter, kita akan menjumpai bagian goa yang horizontal sepanjang 100m menuju ke goa vertikal yang lain yaitu Goa Brubuh…

Garis Cahaya

"Garis Cahaya"

Garis cahaya yang berasal dari mulut goa brubuh membelah kegelapan dalam Goa Brubuh…

5. bermandikan cahaya

"Ku Bermandikan Cahaya"

Terpana oleh exotisme stalaktit dan stalakmit di Goa Brubuh sambil menikmati mandi cahaya dalam kesunyian goa….

6. bagai lorong waktu

"Bagai Lorong Waktu"

Inilah Mulut Goa Brubuh yang saya jepret dari dalam goa, unic, exotic, dan agak gothic gitu….

7. sungai bawah tanah

"Sungai di Perut Bumi"

Potensi besar di dalam Goa ini adalah sebuah sungai bawah tanah yang tak pernah kering airnya sepanjang tahun….

Oleh: Fathy Farhat khan | November 9, 2009

Wisata Extreem di Pantai Timang nan Exotic

Subhanallah…., TALI tambang plastik sepanjang 200 meter berumur tiga tahun itu menjadi satu-satunya gantungan hidup saat menjelajahi Pulau Panjang dengan menaiki “kereta” gantung dari Pantai Timang. Adrenalin yang terpacu menciptakan sensasi wisata ekstrem yang tidak bisa ditemukan di tempat lain selain di Gunung Kidul, DIY.

Sahabat skalian…, Pulau Panjang adalah nama sebuah pulau kecil di seberang Pantai Timang,Purwodadi,  Kecamatan Tepus. Pulau ini menjadi lokasi penangkapan lobster bagi warga sekitar.

Untuk memudahkan penyebrangan dari Pantai Timang menuju Pulau Panjang, maka dibangunlah “kereta” gantung dengan tali tambang sebagai relnya. Tukijan bersama lima temannya harus berenang di antara tebing curam dan melawan ganasnya ombak laut selatan untuk membuat jalur “kereta” gantung itu.

Awalnya mereka hanya memasang dua utas tambang menuju ke pulau tersebut dengan biaya Rp 900.000. Masing-masing tali memiliki panjang sekitar 200 meter dengan diameter empat senti meter.

Sebelum ada “kereta” gantung, Tukijan bersama tema-temanya kerap batal berburu lobster ke Pulau Panjang karena terhalang tingginya gelombang. Selain menjadi sarana mencari lobster, kursi gantung itu juga diminati wisatawan. Tukijan pun kerap mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi operator kursi gantung bagi wisatawan.

Para pencinta olahraga off road dan pemancing yang kerap mengunjungi Pantai Timang adalah sedikit orang yang telah merasakan sensasi “kereta” gantung tersebut. Ketika saya kesana Awal Oktober 2009 kmaren emang pas lagi keadaan ombaknya sangat keras, dan ini malan menambah sensasi yang luar biasa!!! Ketika saya berada di atas kereta gantung itu suara deburan ombak yang bertabrakan antara dua sisi pulau  terdengar bagai ledakan besar : BYUUUURRRRRRR!!!!. “Allahu Akbar!!!” Teriakku ketika air laut muncrat menghempas tubuhku yang sedang terayun-ayun di atas “kereta pemacu adrenalin” itu, hingga basah kuyup badan ini….sungguh luar biasa kawan…..

Rasa takut memang mendominasi ketika menaiki kursi gantung yang terbuat dari kayu dan ditarik dengan tali tambang plastik ini. Apalagi ketika deburan ombak laut selatan bisa menjangkau tubuh yang terayun-ayun di ketinggian 50 meter dari permukaan air laut. Namun dengan bekal keberanian dan keyakinan, semua itu terbayar menjadi sebentuk kenangan yang tak akan bisa dilupakan…Jadi…, kapan sahabat skalian kan silaturahim kesana dan mencoba sensasinya..????? Aku tunggu ya…..

1. pulau panjang2

Pulau Panjang

Pulau Panjang adalah ikon utama pantai timang, di pulau berupa batu karang inilah para penduduk “Ngrendet” yaitu mencari lobster dengan menggunakan perangkap khusus…

Pulau Panjang on High Anggle

Pulau Panjang on High Anggle

Pulau panjang saya jepret dengan teknik framing  dari atas bukit sebelum sampai ke anjungan kereta gantung tradisional

Exotic Sekaligus Ekstreem

Exotic Sekaligus Ekstreem

Instalasi kereta gantung tradisional ala gunung kidul yang menghubungkan antara daratan dan pulu Panjang yang exotic

4. bukit timang

Bukit Timang

Hijaunya rerumputan dan pandan laut seolah membentuk frame tersendiri yang mempercantik pulau Panjang di kejauhan

5. instalasi ala gunung kidul

Instalasi Unik Ala Gunung Kidul

Instalasi sederhana ala gunung kidul yang hanya terdiri dari tali tambang dari plastik, kayu buatan 6 nelayan untuk berburu udang di pulau seberang

6. lintasan maut

Lintasan Maut

Lintasan yang bergoyang-goyang, deburan ombak yang menggelegar, runcin dan tajamnya batu karang dan dalamnya lautan di bawahnya menjadi tantangan tersendiri di sini…

6a. check instalasi

Checking Instalasi

Sebelum melakukan penyeberangan saya lakukan checking alat dulu, apakah sudah memenuhi standar “safty procedur”, dan ternyata sudah memenuhi standar minimalis, hehehe

7. antara exotix, ekstreem, hijau, biru, dan putih

Antara Exoticx, Ekstreem, Hijau, Biru, dan Putih

Subhanallah…., perpaduan lukisan alam nan elok

8. masih bisa narsis juga

Masih Bisa Narsis Juga

Mas Dayat, sahabat saya, sedang narsis ketika sudah berada di tengah kereta gantung, padahal awalnya harus saya paksa dulu biar berani naik kereta itu, hehehhe, piss ya mas dayat…

9. timang dari atas bukit

Pantai Timang dari Atas Bukit

Di teluk antara dua bukit inilah pantai timang itu berada……

10. tegarlah seperti karang, konsistenlah seperti ombak!!

Tegar Seperti Karang, Konsisten Bagai Ombak

“Berdiri kokoh tak goyah oleh berbagai ujian, dan istiqomah untuk terus bergerak dan berjuang”: itulah salah satu hasil tafakurku di surga dunia ini…

11. tebing pantai timang

Tebing Karang Pantai Timang

Tebing-tebing yang tajam dan tinggi adalah ciri khas yang dimiliki pantai-pantai di Gunung Kidul, termasuk di pantai Timang ini…

12.narsis di antara deburan ombak

Narsis di Antara Deburan Ombak

Keindahan alam ciptaan Tuhan yang “ternodai” oleh sifat narsis dari seorang makhluk yang bernama manusia….piss lagi ya bro.. :-)

13. monster pantai timang

Monster Pantai Timang

Yuyu Putih, yang merupakan spesies unik di pantai Timang menambah ramai ekosistem pantai ini yang sangat exotic…

"Kompaknya Bapak dan Anak"

Like Father Like Son

Pak Tukijan, seorang nelayan pantai timang sedang memandangi anaknya yang sedang mengisi liburan di hari Minggu itu dengan memancing ikan di pantai timang…

18. aku dan si pemberani itu..

Aku dan Bapak Yang Pemberani Itu

Saya berbincang dengan Bapak Tukijan, seorang nelayan pemberani yang berani bertarung dengan maut dengan berenang menerjang ombak menuju pulau Panjang ketika pertama kali memasang instalasi kereta gantung itu, hanya  sekedar untuk berburu lobster guna menyambung hidup…

15. dayat

Bro Dayat Beraksi

Dengan kekuatan penuh, sahabat saya, Mas Dayat, menarik tali-tali kereta gantung itu agar kereta bisa berjalan

16. bagai terbang di awan

Bagai Terbang di Awan

Sensasi yang sungguh luar biasa saya rasakan ketika saya berada di tengah kereta gantung itu..

17. aku narsis

Hasrat Untuk Narsis

“Bloging adalah budaya Narsisme!!!” Itulah  salah satu komentar ahli saat acara e-life style di metro tv, dn saya-pun mempraktekannya di pantai timang… :-)

20. aturan yang harus ditaati

Rambu-rambu Penting

Etika Panjat tebing ditulis di pintu masuk area panjat tebing di pantai Siung, untuk liputan di pantai Siung, tunggu postingan saya selanjutnya ya…keep stay tune on this station yach… :-)

Oleh: Fathy Farhat khan | Oktober 24, 2009

PAGI YANG PALING INDAH

pagi yang cantik di pantai timang

pagi yang cantik di pantai timang

Setiap pagi hari ketika saya  bangun dari peraduan dan kemudian memulai aktivitas saya hari itu, semangat, keceriaan, syukur  dan optimisme untuk melalui hari itu selalu dengan sekuat tenaga aku canangkan. Yups, karena itu merupakan modal awal untuk melalui semua aktifitasku di hari ini. Suatu waktu aku merenung dan timbul sebuah pertanyaan dalam benakku, pagi yang seperti apakah menurutmu kan disebut  sebagai sebuaah pagi yang indah? Pagi yang indah tentunya adalah sebuah pagi yang tlah terwarnai dengan semangat, keceriaan, syukur dan optimisme!!! Tapi kawan…, rasa-rasanya masih ada yang kurang ya kalo hanya sebatas  bermodal semangat, keceriaan, syukur dan optimisme untuk menghadapi berbagai tantangan di seharian ini. Haruslah ada aktivitas  nyata juga yang harus kita persiapkan untuk menghadapi dan menyambut tantangan-tantangan di seharian ini. Aktivitas apa itu gerangan? Bangun sebelum subuh kemudian melakukan sholat malam, dilanjutkan shalat shubuh berjama’ah di masjid, kemudian dilanjutkan dzikir ma’tsurat kubro atau sughro, kemudian dilanjutkan membaca beberapa ayat Kalam Ilahi adalah aktivitas-aktivitas yang kan membuat pagi ini menjadi lebih indah. Tapi pagi yang paling indah yang setiap kali aku melaluinya aku merasa sangat memiliki pagi itu adalah ketika itu semua masih kutambah lagi dengan 2 raka’at shalat dhuha, 2 raka’at shalat taubat, 2 raka’at shalat hajat, dan tentunya beberapa rupiah yang kuinfakkan di jalan-Nya. Subhanallah….,betul-betul pagi yang paling indah ketika itu semua tlah kukerjakan.Hati ini terasa sejuk, tubuh  ini terasa ringan, dan fikiran ini terasa sangat  fresh tuk berpetualang di dunia mayapada pada seharian nanti. Ya robb, berikanlah rahmat dan kasih sayang-Mu agar bisa ku awali semua hari-hariku dengan sebuah pagi yang sangat indah….Amin Yaa Robb….

Jogja berhati nyaman, duaempat oktober duaribu sembilan…

Oleh: Fathy Farhat khan | Juli 15, 2009

“AKU MEMANG ORANG GILA”

Dunia ini hanyalah sekumpulan orang-orang gila dengan kelompok, jenis, jurusan dan fakultas kegilaan masing-masing (fathy farhat khan)

Begini critanya kawan…, malam rabu kemaren pas gue nongkrong di forum rutin pekanan gue, ketika dibacakan oleh my boss tentang taklimat dari struktur yang isinya tentang akan diadakannya pendakian masal ke gunung merbabu untuk kader dan simpatisan sebuah partai dakwah (hehehe, gak usah gue sebutin namanya ya, paling juga udah pada tau kan?) ada satu temen gue bilang : “wah, orang yang naik gunung itu orang gila!!!ngapain dia capek-capek, kedinginan naik gunung, tapi setelah sampai atas dia turun lagi!” Begitulah komentar sohib gue anggota nongkrong malem reboan nan asoy itu…Saat itu gue diem aja en berfikir tentang ucapan sohib gue tercinta tersebut. Sohib gue ngelanjutin critanya:”Tapi ane pernah naik gunung sekali lho, saat itu ane sama temen kuliah ane naik Gunung Sumbing, nah saat sampai di puncak dalam kondisi cuapek dan dingin abiz, ane sampe ga mau turun, pokoknya gak mau turun!!tapi ama temen ane yang pengalaman ane dipaksa, dan tangan ane ditarik untuk turun dan akhirnya ane sampai bawah juga!! Sejak itu ane udah gak mau lagi naik gunung!kurang gaweyan!!” Kemudian gue berfikir tentang statement sohib gue tersebut. Emang betul sohib gue tersebut, tapi menurut gue masih perlu di terusin tuh statement, ya…“Dunia ini hanyalah sekumpulan orang-orang gila dengan kelompok, jenis, jurusan dan fakultas kegilaan masing-masing” yaaa, sebagian orang mungkin akan melihat orang lain gila apabila melakukan hal-hal yang mungkin berbeda cara pandang dengan dirinya tentang ghayah / tujuan sebuah aktivitas, tentang meaning dari sebuah aktifitas, tentang metodologi/ uslub untuk mencapai tujuan tersebut. Mungkin orang menganggap naik gunung adalah sebuah kegilaan jika ia memandang bahwa naik gunung hanyalah aktifitas naik, capek, dingin, ngabisin uang, trus sampek puncak trus turun lagi, trus badan capek semua trus udah gitu doang! Tetapi buat beberapa pemuda luar biasa tidak demikian, pemuda luar biasa itu kan bisa menjadikan atau memandang bahwa naik gunung adalah bahagian dari realisasi dari sebuah jihad tertinggi!! ya…, sekelompok pemuda unik itu melihat bahwa naik gunung adalah komitmen dia untuk merealisasikan sebuah ghoyah/ tujuan hidupnya yaitu al jihad sabiluna, “jihad adalah jalan kami”. Para pemuda kaum ghuroba/ minoritas itu melihat bahwa naik gunung adalah serpihan tujuan mulianya tersebut, yaitu persiapan dan melatih diri untuk melaksanakan jihad di jalan suci, sebahagian dari tyarbiyah jasadiyah/ pendidikan fisik untuk melatih fisiknya agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan menghalangi niatnya untuk menuju tujuan tertyingginya: Almautu fisabilillah asma amanina/ Mati di jalan Allah adalah cita kami tertinggi. Sebagaimana orang akan melihat aktivitas sekelompok orang di partai dakwah tertentu yang semaleman mau pasang bendera dan rontek tanpa mendapat bayaran sepeserpun kecuali dengan bayaran “jazakallah bro” adalah sebuah kegilaan juga! Jadi halambok yo -o marilah kita bersama-sama saling menghormati antar orang gila dan emang sesama orang gila dilarang saling mendahului kan…hehehe, piss meeen!!!

Oleh: Fathy Farhat khan | Juli 15, 2009

“…DAN AKU TELAH MURTAD”

“….dan kmaren akau telah murtad”, ya…, itu mungkin sebuah judul yang aneh sobat! Murtad disini adalah sebuah tindakan yang telah keluar dari jalan yang telah dipilih, dan menulis adalah sebuah jalan yang telah kupilih kawan!!! Ya…, aku telah menulis sbagai jalan pembelajaranku, dan aku telah menegaskan bahwa menulis adalah panggilan jiwa, menulis adalah kewajiban moral buatku untuk berbagi atas karunia pemahaman yang tlah Sang Khaliq anugerahkan kepadaku….bahkan lebih jauh lagi bahwa menulis adalah bagian dari peng-ejawantahan ideologiku. Sesuatu itu akan terasa lebih punya power dan ruh yang kuat kalo sudah melibatkan ideologi sebagai backingnya khan? Kita bisa melihat bagaimana om che (che guevara) semangatnya masih terwarisi pada banyak anak muda sekarang, itu karena ideologi perlawanan yang melekat pada perjuangannya!!! kita bisa melihat bagaimana ajaran kanjeng rosul SAW masih eksis hingga berkembang dan di kagumi hingga skarang, ini karena ideologi terbaik, ideologi islam tlah menjadi ruh dari dakwahnya.nah, begitulah dengan dengan aktivitas menulis buatku, bahwa menulis merupakan salahsatu pengejawantahan dari ideologi pergerakanku, sebagaimana imam ali k.w. Sampaikan: “dan ikatlah ilmu dengan menuliskannya” maka sejak kutulis “dan aku telah murtad” ini maka taubatan nashuha telah ku azamkan untuk segera kembali kepada jalan yang telah kupilih……”menulis untuk menjadi lebih baik” smoga kawan…..

Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 15, 2009

We Will Not Go Down (A Song For Gaza)

We Will Not Go Down (A Song For Gaza)

(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009A

blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains

Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go downIn the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down

In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia:

Kami tak akan menyerah (A Song For Gaza)

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa

Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Note: lagunya dapat di down load di Sini

Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 15, 2009

Manusia-manusia Langit Dan Pragmatisme Israel

Manusia-manusia Langit Dan Pragmatisme Israel

Genosida Gaza yang memahat sejarah getir pada musim dingin Januari 2009 ini belum tampak beranjak menginjak epilog. Bahkan, tampaknya serangan maut Israel akan kian menggila memberangus orang-orang tak berdosa dan membumihanguskan kota pertahanan terakhir milik Palestina, Gaza! Distrik seluas 363 km4 didiami persatu kilometernya oleh 3.806 jiwa —menjadi kota terpadat di dunia— itu belum kuasa Israel aneksasi. Padahal 77.433 bangunan apartemen telah roboh diterjang roket-roket Olmert semenjak Israel melancarkan serangannya pada Februari 2008 silam; atau, 820 orang telah menemui syahid dan 3.350 orang mengalami cidera akibat dagelan kematian Israel selama dua pekan Holocoust Gaza jilid II berlangsung. Cukup menakjubkan, sebab jalur sempit dengan lima kota administratif yang dihimpit 150 ribu kepala keluarga tersebut tak bisa ditaklukkan. Membicarakan soal logika natural manusia yang acap kita pakai untuk mengkalkulasi dunia yang material, maka selayaknya kita juga mesti membincangkan alam multi serba-serbi ini yang seringkali mementahkan rumus matematik nalar kita. Sepanjang waktu kita sering dihentak oleh banyak realitas yang lahir justeru di luar perhitungan logika. Karena mau atau tidak mau harus diakui bahwa di hamparan metafisika ini mungkin berlaku “Keajaiban Langit” atas kehendak Tuhan yang melampaui cakupan daya otak manusia. Sampai yang tak ternalar membiak menjadi mungkin, lalu benar-benar ada. Dan, peniscayaan keajaiban itu memiliki prosedural tersendiri. Hebatnya adalah bahwa manusia-manusia yang telah Allah seleksi untuk mendiami Jalur Gaza, merupakan representasi dari kumpulan orang-orang yang memperoleh legitimasi Pencipta untuk menerima sebuah keajaiban. Karenanya yang berlaku di Gaza adalah episode-episode ketidaklumrahan yang mencengangkan Ehud Olmert, Czipi Livni, Ehud Barak, dan Mahmoud Abbas yang memakai logika matematis dalam upaya menganeksasi Gaza. Bayangkan, sudah 1,6 milyar Dolar AS kerugian perang yang harus ditanggung oleh agresor Israel, namun sampai kini Jalur Gaza masih terus mengobarkan padare perlawanan dan pada setiap paras sumringah anak negerinya senantiasa menyungging senyum kemenangan. Israel tak mengerti dan tidak akan pernah memahami bahwa di bumi suci itu terdapat manusia-manusia yang dengan kemuliaan obsesinya mampu menembus limit angkasa. Sanggup menerabas bongkahan maut menjadi pernik pualam paling dirindu. Dan luar biasanya lagi, manusia-manusia super itu masih sempat menyediakan keranda-keranda neraka di Gaza untuk mengubur hidup-hidup tentara Israel. Mengamati Pragmatisme Lantas bagaimana proyeksi kesudahan invasi pembantaian Israel di Gaza, akankah gelombang serangan membabibuta Zionis akan menggerus lagi sekerat wilayah Palestina itu? Tidak. Sekali lagi tidak. Gaza adalah simbol perlawanan hakiki para pejuang patriotik yang rela membeli kemerdekaan dan kebebasan untuk tanah air serta kesucian agamanya dengan gelimang darah dan linangan air mata. Tidak ada lagi ongkos pengorbanan meraih kemenangan yang lebih mahal dari itu. Dimana pada saat yang bersamaan, dunia ini sudah dijejali oleh prototype manusia-manusia pengecut yang gentar darahnya mengalir demi membela kebenaran. Apalagi Israel saat ini terjangkiti wabah kronis yang tengah menjalar dan menggerogoti imunitas imperalismenya. Wabah pragmatisme yang tercipta oleh bias keputusasaan mewujudkan proyek Israel Raya —kerajaan Yahudi yang membentang dari sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat di Irak— pada Mei 1998. Taksasi 50 tahun paska deklarasi pendudukan Israel 14 Mei 1948 itu hanya ilusi. Malah wacana pembumian proposal Israel Raya membentur mekanisme terjal bagi proses pengejewantahan. Hal yang kemudian secara periodik memapah Zionis mengakselerasi pendangkalan target dari pemilikan teritorial ditafsirkan melebar menjadi hegemoni perekonomian. Ehud Olmert, secara malu-malu berlahan memutihkan rancangan Israel Raya pada penghujung tahun 2008 silam. Itu pun merupakan refleksi keberpihakan Olmert atas perspektif anyar Israel Raya yang dialihkan oleh Presiden Israel, Shimon Peres dengan terjemahan: “hegemoni ekonomi”. (Shimon Peres and Arye Noer, The New Middle East, 1993). Bagi Fayez Rasyid, analis kawakan di Arabian Network Information, Israel merekonstruksi proyek hegemoni teritorial mengalih menjadi hegemoni ekonomi karena tiga alasan mendasar, salah satunya: peningkatan eskalasi perlawanan rakyat Palestina yang tidak bisa dipadamkan. Perlawanan itu sangat diakui sebagai kontributor terbesar kegagalan Zionis membangun impian mereka mendirikan Israel Raya. Kebuntuan Israel menyikapi gelombang perlawanan HAMAS dan faksi-faksi jihad rakyat Palestina di Gaza menciptakan pola penyelesaian pamungkas yang terkesan primitif dan pragmatik. Apa pun konsekuensinya Israel tampaknya memilih mengacuhkan seruan dunia internasional untuk menghentikan aksi genosida. Bagi Livni dan Barak, pembersihan HAMAS adalah harga mati. Strategi pintas yang justeru berpotensi memapah bangsa keras kepala itu menjeburkan diri ke kawah kebinasaan. Akibat pragmatisme Holocoust Gaza, solidaritas bangsa-bangsa yang semula tertidur nyenyak, kini bangkit serentak: Bela Palestina, Ganyang Israel. Stabilitas spritual Tidak perlu gelisah mengkhawatirkan orang-orang luar biasa yang sekarang menghunus senjata di Jalur Gaza. Apalagi meratapi pembantaian biadab Israel terhadap rakyat sipil serta bocah-bocah tanpa dosa di bumi itu. Karena mereka adalah manusia-manusia yang disediakan oleh alam untuk disemat sebagai tauladan bagi bangsa dunia. Karena mereka telah sukses menstabilkan temperatur spritualitas yang cenderung bersifat labil, bahkan fluktuatif. Kesuksesan mereka itu menciptakan energi tanpa batas. Dan, Asy-syahid Ahmad Yasin, sang penggetar dunia itu pernah berkata: “Quwwatu ar-rûhiyyati tanfajiru minha al-`ajâib”. Spritualitas yang kokoh, pasti bakal menciptakan keajaiban demi keajaiban. Keajaiban yang diciptakan manusia-manusia langit itu adalah kemampuan mereka menggiring Israel agar semakin berambisi menaiki puncak konflik, kemudian antipati dunia secara kolektif menebasnya jatuh berkalah-kalah. Pembunuhan ratusan orang-orang tak berdosa bukan menyumpat aksi perlawanan —seperti yang dikehendaki Israel— akan tetapi malah akan menambah deras arus konfrontasi tak terbendung dari rakyat Palestina. Dan, kita akan menjadi saksi bagi pejuang-pejuang Gaza betapa darah dan air mata mereka yang kini tumpah ruah membasahi bumi tertindas itu akan ditukar oleh Allah dengan kemuliaan dan kemerdekaan. []

thanks to: www.eramuslim.com

Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 4, 2009

Ekspedisi Triple-S Double-M yang Dramatik

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong -ini pendapat Einstein- maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.”

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.”

Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!”

Oleh: Fathy Farhat khan | Desember 8, 2008

Berbisnis Dengan Syari’ah

Berbisnis Dengan Syari’ah

lihan1

JIKA ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.

Itulah semboyan jitu pengusaha muslim asal Banjarbaru, Ustad Lihan. Sosoknya sebagai pekerja keras tetapi sederhana dan hidup apa adanya memang menjadikannya sosok yang patut jadi inpirasi pebisnis Islami.

.“Tegar!” tegasnya seraya mengatakan, “orang bisnis harus tegar dan mempunyai etos kerja, semangat kerjanya harus tinggi, di samping itu kite harus menjalaninya dengan Lillahi Ta’ala” ujarnya saat BPost bersilaturahmi ke rumah sekaligus kantornya di kawaan Cindai Alus Rt 2 Martapura.Berawal dari hanya sebagai ustad di Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru dan perantara jual beli sepeda motor 1998 lalu, Ustad Lihan kini mempunyai beberapa usaha yang tergabung dalam PT Tri Abadi Mandiri yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Sebut saja perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata yang mengantarkannya menjadi ‘miliarder’ baru.

Bisnis trading atau perdagangan intan Ustad Lihan memang maju pesat. Ia telah menuai manis dari kerja kerasnya. Sekarang orang-orang berdecak kagum padanya.

“Dulu saya sangat getir menghadapi hidup, saya berusaha keluar dari ketidakmampuan, karena bagi saya orang Islam harus berharta. Saya tidak harus sedih, saya mesti kerja keras!”, tegas lelaki kelahiran Lianganggang, 9 Juli 1974 ini mengenang masa silamnya.

Kalender menunjukkan 1998. Di tahun ini seorang Lihan mengawali jejak usahanya sebagai perantara pedagang sepeda motor di Banjarmasin sambil menjadi Ustad di Ponpes Darul Hijrah.

“Tetapi ini cuma berlangsung setahun karena permintaan menurun. Karena itu saya lalu beralih ke profesi lain yakni berdagangan intan kecil-kecilan dengan memakai modal orang lain,” papar alumnus Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru ini.

Sejak itulah, Lihan mulai mengenal perdangan intan yang juga hasil Banua ini. Walaupun fee-nya sedikit, tetapi membuatnya makin semangat.

“Sayang, saat itu bos yang juga pemegang keuangannya melakukan penggelapan uang. Jadinya, mulai 2001 lalu mulai jualan sendiri dengan modal kecil,” jelasnya lagi.

Ustad Lihan tidak cepat merasa puas dalam berbisnis. Dengan bekal kerja kerasnya, ia kembangkan bisnisnya dengan nama PT Tri Abadi Mandiri di 2004 bidang lain seperti franchise makanan di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Kemudian mendirikan cabang PT di beberapa daerah seperti Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Lampung.

Bisnis adalah hobi yang menyenangkan Ustad Lihan. Terlebih ketika perusahan itu miliknya sendiri, sehingga ia merasa sangat nikmat menjalaninya.

Ia mengaku bahagia dapat membuka lapangan kerja. “Semua saya jalani karena mencari ridho Allah SWT”, kata ayah dari Nur Raudhi Jahria dan Aini Mayan Fa’Ani.

“Kita tak bisa bilang jadi pebisnis terbik. Kita cuma ingin ikuti syari’at-Nya saja. Kalau dapat untung besar, bersyukur, ya Allah nikmat-Mu sangat besar padaku, kemudian kita bagi kepada yang layak menerimanya. Bertambah besar sedekah kita, Insya Allah banyak pahalanya” jelasnya.

Baginya, bekerja harus Lillahi Ta’ala. Berbisnis tidak semata-mata untuk keuntungan, melainkan juga untuk ibadah. Sebagai sosok pengusaha muslim, ia menegaskan pentingnya dekat dengan Allah SWT.

Ia berusaha menjalankan ibadah dengan tertib kemudian berbakti kepada orangtua, keluarga maupun saudara-saudara, hubungan dengan teman-teman, setelah itu baru berbisnis. “Jadi, bisnis mempunyai kekuatan di hamblum minannas supaya berkah”, katanya

Thanks to:Ust. Lihan


Oleh: Fathy Farhat khan | November 23, 2008

SMS hikmah dari para Sahabat…

persahabatan yang memuncak

"Persahabatan yang memuncak"

SMS hikmah dari para Sahabat Tercinta…..

Sahabat dalam berbagai karakter dan sifatnya adalah salah satu Guru/ dosen dalam Universitas kehidupan ini, dalam berbagai mata kuliahnya masing-masing. Salah satu sesi kelas kuliahnya adalah “sesi SMS”, yups ada banyak hikmah, ada banyak pelajaran, ada banyak taushiah, dan masih banyak lagi dari sesi ini, dari sesi silaturahim sederhana ini, dan inilah diantaranya…:

25. “Semilir waktu mengantarkan kitakita dipenghujung 1429H. Semerbak bau tanah pekuburan semakin menyengat memenuhi ruang dan waktu hidup kita.Adakah kita bisa mengakhirinya dengan HUSNUL KHOTIMAH?Tanyalah diri!! Amal istimewa apa yang sudah kita siapkan andai hari ini ita ditakdirkan MATI??!(Ya Robb, masihkah ada kesempatan?)” (Ust. Syafriel Haeba, 281208/13.07)

24. “Ntr lg tahun baru islam, setting niat, upgrade iman, down load Sabar, delete dosa, approve maaf, hunting pahala, supaya dapat guest list ke surga. Mg jadi tahun yang lebih baik dari yang telah lalu.” (Best Sist from Bengkulu, 281208/16.48)

23. “Aku minta pada allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri, aku minta pada Allah binatang mungil dan indah, Ia beri aku ulat berbulu, aku sedih, protes dan kecewa…Betapa tidak adilnya ini, namun kemudian….Kaktus itu berbunga, indah, bahkan sangat indah, dan ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi kupu2 yang amat indah, itulah jalan ALLAH, indah pada waktunya, Allahtidak memberi apa yang kita harapkan, tapi ia memberi apa yang kita perlukan, kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh di atas segalanya, Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita, Allahuakbar, semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang pandai bersyukur atas karunia nikmat Allah, amiin, subhanallah.” (Best Bro, 091208/23.14)

22. “JUJUR BUKAN SOAL BISA TAPI MAU ATAU TIDAK.”Allah menggambarkan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang  hamba dan yang mampu menyelamatkan dari adzab, kecuali kejujurannya.” (ibnul qoyyim) (Best Bro, 131208/08.22)

21. “Hiasilah tidurmu  dengan setetes air wudhu’, selimuti tidurmu dengan dengan kalimat syahadat, pejamkan matamu dengan alunan dzikrullah, dan alaskan tidurmu dengan sepotongdo’a.” (Best Bro, 151208/22.08)

20. “Masjid adalah pasar akherat, Buku adalah sahabat umur manusia, Amal adalah teman didalam kubur, akhlaq yang baik adalah mahkota kemuliaan, dan baik hati adalah pakaian yang paling indah….” (Best Bro From Bengkulu, 111208/17.20)

19. “Aku ingin, kamu jaga kesehatan. Banyakin makan ya, biar gak kurus lagi. Jangan terlalu capek, lelah, agar ketika masa tu datang kamu benar2 udah siap.

tanda sayang:

……………….

Panitia  idul Qurban :-) :-) :-) :-)

(Sahabat baek, 021208/06.14)

18. “Jadikan stiap hembusan nafas dalam hidup qt sbagai pemacu rasa syukur dan taatkepada-NYA. Karena ketika nanti maut datang menjemput bisa tersenyum dengan indah.” (Tetangga fillah, 011208/04.25)

17. “SaudaraQ, Ukhuwah adalah tlaga bagi batin Yg Rindu kesejatian cinta, t4 jiwa berlabuh untuk saling menguatkan, memberi, dan berbagi. Didalamnya ada lantunan syahdu ketulusan do’a untuk saudaranya, Ya 4JJI, dihariMU yang mulia ini , jadikan hari ini menjadi hari yang penuh berkah. Mudahkan segala urusannya, jadikan ikhlas dalam tiap tarik nafasnya, adgar setiap aktivitasnya adalah ibadah pada-MU.Lidungi Ia dari hal2 buruk . Berikan kebhagiaan untuknya dengan ridho-MU.” (Sahabat fillah, tangerang,031208/22.17)

16. “Kalau Qta mengaku berima, Sanagt Tidak layak kalau hidup indah yang sekali-kalinya ini menjadi Biasa2 Saja..” (Saudari seiman,041208/06.41)

15. “Robb, Jagalah saudaraQ ni dLm agamaMU, kuatkanlah pijakan kakinya djalanMU, Kuatkan jasadnya dgn rahmatMU, Kuatkan Ruhnya dengan k’cintaan padaMU, Buatlah dia tersenyum sampai kelak keSurgaMU.” (Sahabat dari Pulau Dewata, 051208/05.45)

14. “Pahlawan bukanl;ah gelar, Ia melekat pada jiwa-jiwa yang rela berkurban.Keberanian dan kerelaan berkurban adalah jiwa seorang pahlawan.Mari tumbuh suburkan semangat berkurban guna membangun kepedulian kepada sesama. Dengan berkurban akan menciptakan generasi taat dan kuat.” (ust. Abdullah sunono, 071208/11.23)

13. “Kapal berlayar ke ujung batu, hendak membawa si ikan patin.’IDUL ADHA di ambang pintu, mohon maaf lahir dan bathin” (ust. Agus Fauzi sekeluarga, Bangka Belitung, 071208/22.04)

12. “Ketika kau ingin mencari bintang, dan Allah menutupinya dengan awan hitam, lalu membasahimu dengan hujan, jangan berburuk sangka!Kelak kan datang pelangi menghiasi hidupmu.Ishbir….” (Dari Ukhty fillah)

11. “Every little smile can touch somebody’s heart. May U find 100’s of reason to smile today and may U’ll be the reason 4 some1 else to smile, have a nice day…” (Dari Saudari Fiddien)

10. “Alaskan bantal tidurmudengan kejujuran. Rebahkan tubuhmu di atas tikar keikhlasan. Selimuti seluruh tubuhmu dengan kesabaran. Smoga tidur lenamu berada dalam keimanan….” (Dari Sahabat Fillah)

9. “Tak satupun dari usia kita yang tak dimintai pertangungjawabanoleh-Nya, jangan biarkan waktu kita berlalu tanpa makna, jalani setiap aktifitas dengan ikhlas, mengharap ridho-Nya” (Dari Ukhty fiddien)

8. “Hati adalah taman t4 merenung dari perjalanan panjang.Hati adalah taman t4 qita berdialog dengan suara yang jernih. Hati adalah taman t4 qita mendengar suara nurani. Hati adalah taman t4 berteduh dan bernaung, agar langkah berikutnya lebih tertuntundengan hidayah 4JJl swt, maka…, berteduhlah di taman hati” (from my bro from Bengkulu,201108/20.15) Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori