Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 15, 2009

We Will Not Go Down (A Song For Gaza)

We Will Not Go Down (A Song For Gaza)

(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009A

blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains

Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go downIn the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down

In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia:

Kami tak akan menyerah (A Song For Gaza)

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa

Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Note: lagunya dapat di down load di Sini

Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 15, 2009

Manusia-manusia Langit Dan Pragmatisme Israel

Manusia-manusia Langit Dan Pragmatisme Israel

Genosida Gaza yang memahat sejarah getir pada musim dingin Januari 2009 ini belum tampak beranjak menginjak epilog. Bahkan, tampaknya serangan maut Israel akan kian menggila memberangus orang-orang tak berdosa dan membumihanguskan kota pertahanan terakhir milik Palestina, Gaza! Distrik seluas 363 km4 didiami persatu kilometernya oleh 3.806 jiwa —menjadi kota terpadat di dunia— itu belum kuasa Israel aneksasi. Padahal 77.433 bangunan apartemen telah roboh diterjang roket-roket Olmert semenjak Israel melancarkan serangannya pada Februari 2008 silam; atau, 820 orang telah menemui syahid dan 3.350 orang mengalami cidera akibat dagelan kematian Israel selama dua pekan Holocoust Gaza jilid II berlangsung. Cukup menakjubkan, sebab jalur sempit dengan lima kota administratif yang dihimpit 150 ribu kepala keluarga tersebut tak bisa ditaklukkan. Membicarakan soal logika natural manusia yang acap kita pakai untuk mengkalkulasi dunia yang material, maka selayaknya kita juga mesti membincangkan alam multi serba-serbi ini yang seringkali mementahkan rumus matematik nalar kita. Sepanjang waktu kita sering dihentak oleh banyak realitas yang lahir justeru di luar perhitungan logika. Karena mau atau tidak mau harus diakui bahwa di hamparan metafisika ini mungkin berlaku “Keajaiban Langit” atas kehendak Tuhan yang melampaui cakupan daya otak manusia. Sampai yang tak ternalar membiak menjadi mungkin, lalu benar-benar ada. Dan, peniscayaan keajaiban itu memiliki prosedural tersendiri. Hebatnya adalah bahwa manusia-manusia yang telah Allah seleksi untuk mendiami Jalur Gaza, merupakan representasi dari kumpulan orang-orang yang memperoleh legitimasi Pencipta untuk menerima sebuah keajaiban. Karenanya yang berlaku di Gaza adalah episode-episode ketidaklumrahan yang mencengangkan Ehud Olmert, Czipi Livni, Ehud Barak, dan Mahmoud Abbas yang memakai logika matematis dalam upaya menganeksasi Gaza. Bayangkan, sudah 1,6 milyar Dolar AS kerugian perang yang harus ditanggung oleh agresor Israel, namun sampai kini Jalur Gaza masih terus mengobarkan padare perlawanan dan pada setiap paras sumringah anak negerinya senantiasa menyungging senyum kemenangan. Israel tak mengerti dan tidak akan pernah memahami bahwa di bumi suci itu terdapat manusia-manusia yang dengan kemuliaan obsesinya mampu menembus limit angkasa. Sanggup menerabas bongkahan maut menjadi pernik pualam paling dirindu. Dan luar biasanya lagi, manusia-manusia super itu masih sempat menyediakan keranda-keranda neraka di Gaza untuk mengubur hidup-hidup tentara Israel. Mengamati Pragmatisme Lantas bagaimana proyeksi kesudahan invasi pembantaian Israel di Gaza, akankah gelombang serangan membabibuta Zionis akan menggerus lagi sekerat wilayah Palestina itu? Tidak. Sekali lagi tidak. Gaza adalah simbol perlawanan hakiki para pejuang patriotik yang rela membeli kemerdekaan dan kebebasan untuk tanah air serta kesucian agamanya dengan gelimang darah dan linangan air mata. Tidak ada lagi ongkos pengorbanan meraih kemenangan yang lebih mahal dari itu. Dimana pada saat yang bersamaan, dunia ini sudah dijejali oleh prototype manusia-manusia pengecut yang gentar darahnya mengalir demi membela kebenaran. Apalagi Israel saat ini terjangkiti wabah kronis yang tengah menjalar dan menggerogoti imunitas imperalismenya. Wabah pragmatisme yang tercipta oleh bias keputusasaan mewujudkan proyek Israel Raya —kerajaan Yahudi yang membentang dari sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat di Irak— pada Mei 1998. Taksasi 50 tahun paska deklarasi pendudukan Israel 14 Mei 1948 itu hanya ilusi. Malah wacana pembumian proposal Israel Raya membentur mekanisme terjal bagi proses pengejewantahan. Hal yang kemudian secara periodik memapah Zionis mengakselerasi pendangkalan target dari pemilikan teritorial ditafsirkan melebar menjadi hegemoni perekonomian. Ehud Olmert, secara malu-malu berlahan memutihkan rancangan Israel Raya pada penghujung tahun 2008 silam. Itu pun merupakan refleksi keberpihakan Olmert atas perspektif anyar Israel Raya yang dialihkan oleh Presiden Israel, Shimon Peres dengan terjemahan: “hegemoni ekonomi”. (Shimon Peres and Arye Noer, The New Middle East, 1993). Bagi Fayez Rasyid, analis kawakan di Arabian Network Information, Israel merekonstruksi proyek hegemoni teritorial mengalih menjadi hegemoni ekonomi karena tiga alasan mendasar, salah satunya: peningkatan eskalasi perlawanan rakyat Palestina yang tidak bisa dipadamkan. Perlawanan itu sangat diakui sebagai kontributor terbesar kegagalan Zionis membangun impian mereka mendirikan Israel Raya. Kebuntuan Israel menyikapi gelombang perlawanan HAMAS dan faksi-faksi jihad rakyat Palestina di Gaza menciptakan pola penyelesaian pamungkas yang terkesan primitif dan pragmatik. Apa pun konsekuensinya Israel tampaknya memilih mengacuhkan seruan dunia internasional untuk menghentikan aksi genosida. Bagi Livni dan Barak, pembersihan HAMAS adalah harga mati. Strategi pintas yang justeru berpotensi memapah bangsa keras kepala itu menjeburkan diri ke kawah kebinasaan. Akibat pragmatisme Holocoust Gaza, solidaritas bangsa-bangsa yang semula tertidur nyenyak, kini bangkit serentak: Bela Palestina, Ganyang Israel. Stabilitas spritual Tidak perlu gelisah mengkhawatirkan orang-orang luar biasa yang sekarang menghunus senjata di Jalur Gaza. Apalagi meratapi pembantaian biadab Israel terhadap rakyat sipil serta bocah-bocah tanpa dosa di bumi itu. Karena mereka adalah manusia-manusia yang disediakan oleh alam untuk disemat sebagai tauladan bagi bangsa dunia. Karena mereka telah sukses menstabilkan temperatur spritualitas yang cenderung bersifat labil, bahkan fluktuatif. Kesuksesan mereka itu menciptakan energi tanpa batas. Dan, Asy-syahid Ahmad Yasin, sang penggetar dunia itu pernah berkata: “Quwwatu ar-rûhiyyati tanfajiru minha al-`ajâib”. Spritualitas yang kokoh, pasti bakal menciptakan keajaiban demi keajaiban. Keajaiban yang diciptakan manusia-manusia langit itu adalah kemampuan mereka menggiring Israel agar semakin berambisi menaiki puncak konflik, kemudian antipati dunia secara kolektif menebasnya jatuh berkalah-kalah. Pembunuhan ratusan orang-orang tak berdosa bukan menyumpat aksi perlawanan —seperti yang dikehendaki Israel— akan tetapi malah akan menambah deras arus konfrontasi tak terbendung dari rakyat Palestina. Dan, kita akan menjadi saksi bagi pejuang-pejuang Gaza betapa darah dan air mata mereka yang kini tumpah ruah membasahi bumi tertindas itu akan ditukar oleh Allah dengan kemuliaan dan kemerdekaan. []

thanks to: www.eramuslim.com

Oleh: Fathy Farhat khan | Januari 4, 2009

Ekspedisi Triple-S Double-M yang Dramatik

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong -ini pendapat Einstein- maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.”

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.”

Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!”

Oleh: Fathy Farhat khan | Desember 8, 2008

Berbisnis Dengan Syari’ah

Berbisnis Dengan Syari’ah

lihan1

JIKA ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.

Itulah semboyan jitu pengusaha muslim asal Banjarbaru, Ustad Lihan. Sosoknya sebagai pekerja keras tetapi sederhana dan hidup apa adanya memang menjadikannya sosok yang patut jadi inpirasi pebisnis Islami.

.“Tegar!” tegasnya seraya mengatakan, “orang bisnis harus tegar dan mempunyai etos kerja, semangat kerjanya harus tinggi, di samping itu kite harus menjalaninya dengan Lillahi Ta’ala” ujarnya saat BPost bersilaturahmi ke rumah sekaligus kantornya di kawaan Cindai Alus Rt 2 Martapura.Berawal dari hanya sebagai ustad di Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru dan perantara jual beli sepeda motor 1998 lalu, Ustad Lihan kini mempunyai beberapa usaha yang tergabung dalam PT Tri Abadi Mandiri yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Sebut saja perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata yang mengantarkannya menjadi ‘miliarder’ baru.

Bisnis trading atau perdagangan intan Ustad Lihan memang maju pesat. Ia telah menuai manis dari kerja kerasnya. Sekarang orang-orang berdecak kagum padanya.

“Dulu saya sangat getir menghadapi hidup, saya berusaha keluar dari ketidakmampuan, karena bagi saya orang Islam harus berharta. Saya tidak harus sedih, saya mesti kerja keras!”, tegas lelaki kelahiran Lianganggang, 9 Juli 1974 ini mengenang masa silamnya.

Kalender menunjukkan 1998. Di tahun ini seorang Lihan mengawali jejak usahanya sebagai perantara pedagang sepeda motor di Banjarmasin sambil menjadi Ustad di Ponpes Darul Hijrah.

“Tetapi ini cuma berlangsung setahun karena permintaan menurun. Karena itu saya lalu beralih ke profesi lain yakni berdagangan intan kecil-kecilan dengan memakai modal orang lain,” papar alumnus Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru ini.

Sejak itulah, Lihan mulai mengenal perdangan intan yang juga hasil Banua ini. Walaupun fee-nya sedikit, tetapi membuatnya makin semangat.

“Sayang, saat itu bos yang juga pemegang keuangannya melakukan penggelapan uang. Jadinya, mulai 2001 lalu mulai jualan sendiri dengan modal kecil,” jelasnya lagi.

Ustad Lihan tidak cepat merasa puas dalam berbisnis. Dengan bekal kerja kerasnya, ia kembangkan bisnisnya dengan nama PT Tri Abadi Mandiri di 2004 bidang lain seperti franchise makanan di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Kemudian mendirikan cabang PT di beberapa daerah seperti Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Lampung.

Bisnis adalah hobi yang menyenangkan Ustad Lihan. Terlebih ketika perusahan itu miliknya sendiri, sehingga ia merasa sangat nikmat menjalaninya.

Ia mengaku bahagia dapat membuka lapangan kerja. “Semua saya jalani karena mencari ridho Allah SWT”, kata ayah dari Nur Raudhi Jahria dan Aini Mayan Fa’Ani.

“Kita tak bisa bilang jadi pebisnis terbik. Kita cuma ingin ikuti syari’at-Nya saja. Kalau dapat untung besar, bersyukur, ya Allah nikmat-Mu sangat besar padaku, kemudian kita bagi kepada yang layak menerimanya. Bertambah besar sedekah kita, Insya Allah banyak pahalanya” jelasnya.

Baginya, bekerja harus Lillahi Ta’ala. Berbisnis tidak semata-mata untuk keuntungan, melainkan juga untuk ibadah. Sebagai sosok pengusaha muslim, ia menegaskan pentingnya dekat dengan Allah SWT.

Ia berusaha menjalankan ibadah dengan tertib kemudian berbakti kepada orangtua, keluarga maupun saudara-saudara, hubungan dengan teman-teman, setelah itu baru berbisnis. “Jadi, bisnis mempunyai kekuatan di hamblum minannas supaya berkah”, katanya

Thanks to:Ust. Lihan


Oleh: Fathy Farhat khan | Nopember 23, 2008

SMS hikmah dari para Sahabat…

persahabatan yang memuncak

"Persahabatan yang memuncak"

SMS hikmah dari para Sahabat Tercinta…..

Sahabat dalam berbagai karakter dan sifatnya adalah salah satu Guru/ dosen dalam Universitas kehidupan ini, dalam berbagai mata kuliahnya masing-masing. Salah satu sesi kelas kuliahnya adalah “sesi SMS”, yups ada banyak hikmah, ada banyak pelajaran, ada banyak taushiah, dan masih banyak lagi dari sesi ini, dari sesi silaturahim sederhana ini, dan inilah diantaranya…:

25. “Semilir waktu mengantarkan kitakita dipenghujung 1429H. Semerbak bau tanah pekuburan semakin menyengat memenuhi ruang dan waktu hidup kita.Adakah kita bisa mengakhirinya dengan HUSNUL KHOTIMAH?Tanyalah diri!! Amal istimewa apa yang sudah kita siapkan andai hari ini ita ditakdirkan MATI??!(Ya Robb, masihkah ada kesempatan?)” (Ust. Syafriel Haeba, 281208/13.07)

24. “Ntr lg tahun baru islam, setting niat, upgrade iman, down load Sabar, delete dosa, approve maaf, hunting pahala, supaya dapat guest list ke surga. Mg jadi tahun yang lebih baik dari yang telah lalu.” (Best Sist from Bengkulu, 281208/16.48)

23. “Aku minta pada allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri, aku minta pada Allah binatang mungil dan indah, Ia beri aku ulat berbulu, aku sedih, protes dan kecewa…Betapa tidak adilnya ini, namun kemudian….Kaktus itu berbunga, indah, bahkan sangat indah, dan ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi kupu2 yang amat indah, itulah jalan ALLAH, indah pada waktunya, Allahtidak memberi apa yang kita harapkan, tapi ia memberi apa yang kita perlukan, kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh di atas segalanya, Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita, Allahuakbar, semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang pandai bersyukur atas karunia nikmat Allah, amiin, subhanallah.” (Best Bro, 091208/23.14)

22. “JUJUR BUKAN SOAL BISA TAPI MAU ATAU TIDAK.”Allah menggambarkan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang  hamba dan yang mampu menyelamatkan dari adzab, kecuali kejujurannya.” (ibnul qoyyim) (Best Bro, 131208/08.22)

21. “Hiasilah tidurmu  dengan setetes air wudhu’, selimuti tidurmu dengan dengan kalimat syahadat, pejamkan matamu dengan alunan dzikrullah, dan alaskan tidurmu dengan sepotongdo’a.” (Best Bro, 151208/22.08)

20. “Masjid adalah pasar akherat, Buku adalah sahabat umur manusia, Amal adalah teman didalam kubur, akhlaq yang baik adalah mahkota kemuliaan, dan baik hati adalah pakaian yang paling indah….” (Best Bro From Bengkulu, 111208/17.20)

19. “Aku ingin, kamu jaga kesehatan. Banyakin makan ya, biar gak kurus lagi. Jangan terlalu capek, lelah, agar ketika masa tu datang kamu benar2 udah siap.

tanda sayang:

……………….

Panitia  idul Qurban :-) :-) :-) :-)

(Sahabat baek, 021208/06.14)

18. “Jadikan stiap hembusan nafas dalam hidup qt sbagai pemacu rasa syukur dan taatkepada-NYA. Karena ketika nanti maut datang menjemput bisa tersenyum dengan indah.” (Tetangga fillah, 011208/04.25)

17. “SaudaraQ, Ukhuwah adalah tlaga bagi batin Yg Rindu kesejatian cinta, t4 jiwa berlabuh untuk saling menguatkan, memberi, dan berbagi. Didalamnya ada lantunan syahdu ketulusan do’a untuk saudaranya, Ya 4JJI, dihariMU yang mulia ini , jadikan hari ini menjadi hari yang penuh berkah. Mudahkan segala urusannya, jadikan ikhlas dalam tiap tarik nafasnya, adgar setiap aktivitasnya adalah ibadah pada-MU.Lidungi Ia dari hal2 buruk . Berikan kebhagiaan untuknya dengan ridho-MU.” (Sahabat fillah, tangerang,031208/22.17)

16. “Kalau Qta mengaku berima, Sanagt Tidak layak kalau hidup indah yang sekali-kalinya ini menjadi Biasa2 Saja..” (Saudari seiman,041208/06.41)

15. “Robb, Jagalah saudaraQ ni dLm agamaMU, kuatkanlah pijakan kakinya djalanMU, Kuatkan jasadnya dgn rahmatMU, Kuatkan Ruhnya dengan k’cintaan padaMU, Buatlah dia tersenyum sampai kelak keSurgaMU.” (Sahabat dari Pulau Dewata, 051208/05.45)

14. “Pahlawan bukanl;ah gelar, Ia melekat pada jiwa-jiwa yang rela berkurban.Keberanian dan kerelaan berkurban adalah jiwa seorang pahlawan.Mari tumbuh suburkan semangat berkurban guna membangun kepedulian kepada sesama. Dengan berkurban akan menciptakan generasi taat dan kuat.” (ust. Abdullah sunono, 071208/11.23)

13. “Kapal berlayar ke ujung batu, hendak membawa si ikan patin.’IDUL ADHA di ambang pintu, mohon maaf lahir dan bathin” (ust. Agus Fauzi sekeluarga, Bangka Belitung, 071208/22.04)

12. “Ketika kau ingin mencari bintang, dan Allah menutupinya dengan awan hitam, lalu membasahimu dengan hujan, jangan berburuk sangka!Kelak kan datang pelangi menghiasi hidupmu.Ishbir….” (Dari Ukhty fillah)

11. “Every little smile can touch somebody’s heart. May U find 100’s of reason to smile today and may U’ll be the reason 4 some1 else to smile, have a nice day…” (Dari Saudari Fiddien)

10. “Alaskan bantal tidurmudengan kejujuran. Rebahkan tubuhmu di atas tikar keikhlasan. Selimuti seluruh tubuhmu dengan kesabaran. Smoga tidur lenamu berada dalam keimanan….” (Dari Sahabat Fillah)

9. “Tak satupun dari usia kita yang tak dimintai pertangungjawabanoleh-Nya, jangan biarkan waktu kita berlalu tanpa makna, jalani setiap aktifitas dengan ikhlas, mengharap ridho-Nya” (Dari Ukhty fiddien)

8. “Hati adalah taman t4 merenung dari perjalanan panjang.Hati adalah taman t4 qita berdialog dengan suara yang jernih. Hati adalah taman t4 qita mendengar suara nurani. Hati adalah taman t4 berteduh dan bernaung, agar langkah berikutnya lebih tertuntundengan hidayah 4JJl swt, maka…, berteduhlah di taman hati” (from my bro from Bengkulu,201108/20.15) Baca Lanjutannya…

Oleh: Fathy Farhat khan | Nopember 17, 2008

Frog, Chemical, Water, You PART ONE

Frog, Chemical, Water, You PART ONE

Subhanallah………

more about “TERRA 448: Frog, Chemical, Water, You…“, posted with vodpod

Oleh: Fathy Farhat khan | Nopember 16, 2008

RINDU MEMBUNCAH

1912878023

RINDU MEMBUNCAH

Ku ingin…

Ku bercita….

Ku berharap…

Ku mohon pada-MU…..

Nafasku…

Setiap hembusan nafasku…

Adalah hembusan sepoi menujumu…

Kakiku…

Setiap jejak langkah kakiku…

Adalah jejakan langkah menujumu…

Hatiku…

Setiap perasaan dan gejolak hatiku…

Adalah perasaan kejujuran akan kerinduan menujumu…

Rindu….

Ku rindu padamu…

Rinduku membuncah…

Membuncah deras untukmu….

Membuncah deras untuk sebuah cita….

“Almautu fisabilillah asma amanina!!!”

(Farhat Khan, Bumi jihad berhati nyaman, 161108)

Oleh: Fathy Farhat khan | Nopember 13, 2008

Mutiara Hidup Pekan Ini

ready-to-summit-attack1. “Sesuatu yang tidak sampai membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.” (Nietchze-filsuf Jerman)

2. “Jika kau lunak kepada kehidupan maka kehidupan akan keras kepadamu, tapi jika kau keras kepada kehidupan maka dia akan lunak terhadapmu.” (Andre Wongso)

3. “Jika buku adalah jendela dunia , maka internet yang merupakan bom nuklir terbesar abad 21, adalah Pintu dunia, bukankah pintu lebih lebar dari jendela?” (Farhat Khan)

4. “…dan bermimpilah, maka Tuhan kan memeluk mimpi-mimpimu….”(Ikal)

5. “Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.” (Soe Hok “Sang Demonstran” Gie)

Oleh: Fathy Farhat khan | Oktober 16, 2008

ARTI SEBUAH PENCERAHAN


Ada seorang kawan berkata:
Bulan Ramadhan kmaren adalah bulan penuh keagungan, bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan…
Bulan dmana kita berkesempatan tuk berburu dan meraih malam lailatul qodr, malam yang lebih baik dari seribu bulan….
Tapi aku gak tahu apakah aku mendapatkan anugerah malam lailatul qodr itu, tapi yang jelas aku insya allah dah berusaha dan ikut serta dalam arena ajang perburuan malam nan agung itu melalui arena I’tikaf…..
Walaupun hasilnya aku gak tahu tapi yang pasti aku bersyukur kali ini, yang pasti aku bahgia selepas ramadhan ini, selain karena target dari amalan ramadhan yang tlah ku planingkan tlah tercapai berkat kemurahan-Nya tentunya….., juga karena ada hal penting yang menurutku cukup istimewa…..apakah itu wahai kawan? Dia adalah “pencerahan”, yups……, pencerahan! Menurutku itu hal yang pasti dan penting ! hal itulah yang menurutku lebih bisa memberikan atsar, memberikan bekas, memberikan power untuk menjalani bulan-bulanku setelah ramadhan ini……..
Thanks god! Tlah menganugerahiku di bulan ramadhan ini dengan sebuah mutiara hikmah ini…..
Alhamdulillahirobbil ‘alamiiin…..

Jadi wahai saudaraku…, pencerahan apa yang kau dapatkan di bulan penuh berkah itu…???? :-)

Oleh: Fathy Farhat khan | Oktober 13, 2008

Memaknai sbuah persahabatan…

Memaknai sbuah persahabatan…

Tahukah kau wahai kawan….., diri ini memaknai sebuah persahabatan dengan cukup mendalam, maka aku sering ngirim email tentang artikel yang menurutku bagus dan bermanfaat, silaturahim sederhana dengan ngucapin selamat atas moment tertentu….tapi……

Tapi mungkin masih, hanya, dan cuma sebatas itulah aku bisa mengejawantahkan atas pemaknaanku akan sebuah persahabatan yang mendalam…, belum bisa lebih besar dari itu….., belum bisa lebih dari itu…..

Bahkan membayangkan wajah tulusmu dalam robithohku saja kadang tidak sempat aku lakukan, maka semoga do’a yang kutulis ini kan menjadi do’a yang bisa “autorun” , dan terus menerus “stand by”, terus menerus bergema terlantun melalui teknologi computer ini yang kan mewakili lisanku dan tentunya secuil dari ketulusan hatiku tlah mengiringi do’a ini yang tlah ku “kanibal”-kan dalam tulisan dan perangkat computer itu yang insya allah bisa langsung slalu “plug en play”… :-)

[Autorun]

Do’a: “Ya Allah, Engkau tahu hati-hati ini tlah berhimpun dalam cinta pada-MU, tlah berjumpa dalam taat pada-Mu, tlah bersatu dalam dakwah paada-Mu, tlah berpadu dalam membela syaari’at-Mu, teguhkanlah, ya Allah, ikatannya.Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tak kan pernah hilang. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan iman pada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan Ma’rifat pada-Mu.Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu.Sungguh, Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah. Dan sampaikan salam serta shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabatnya, dan juga sampaikan salam.”.text

Bagaimana menurutmu, wahai kawan..????

Tulisan Sebelumnya »

Kategori